MAKLUMAN :


widgeo.net

Friday, September 24, 2010

"Once Upon A Time in China" Cerita Sebenar Wong Fei Hung


(Bila Aku Terbaca Tulisan Drs Khalil Idham Lim Terasa Bahawa Begitu Banyak Sejarah Islam Kita Di Tipu)

Dicatat oleh
DRS. KHALIL IDHAM LIM

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film "Once Upon A Time in China".Dalam filem itu, karakter Wong Fei Hung dimainkan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li.

Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung? Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Perubatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais.Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong. Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu penrubatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong).

(Harus di ingat gelaran fei ini juga merujuk kepada orang-orang cina muslim di negara kita seketika dahulu,ie, kumpulan Hai San di Perak).

Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi.Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan(Harimau)Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Kerana itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah memilih bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih. Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch'in yang rasuah dan penindas.

Dinasti Ch'in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.Wong Fei-Hung mula mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda.

Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch'in pada 1734.Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea).

Jika saja pemerintah Ch'in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepun),pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya mengusir pendudukan Dinasti Ch'in.Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi lebih maju.

Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangankosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata.

Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejamdi Canton yang mengeroyoknya karana ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton .

Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena isteri-isterinya meninggal dalam usia pendek. Setelah isteri ketiganya meninggal, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan
juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad'afin(tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun
dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.

Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah
kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

(Tidak menghairankan sekiranya Manchu sebagai maharaja terakhir China di gambarkan sesegitu rupa bagi menghalalkan kerajaan komunis sedia ada di China).
( Petikan dari Blog Negara Kedah )

p/s : Kisah di atas menunjukan bahawa kehebatan sesaorang tergantung pada kuat pegangan agama Islam.

9 comments:

Ibnu Mutalib said...

best2

Ishak Zaini said...

Subhanallah. Baru tahu rupanya hero pujaan China tu Muslim rupanya.. Hebat Allah! Jazakallah atas perkongsian ustaz.

fiqkofallah said...

ajib..

zuhairirani said...

assalamualaikum ustaz, saya ada baca artikel yg mempertikaikan kesahihan teori ni. nanti saya cuba cari balik url nye. Lagipun saya rasa tulisan ni dari blognagarakedah. Tulisan beliau ni, agak ber'sentimen' sikit.

zuhairirani said...

pembetulan:

Saya kurang pasti darimana sumber sebenar cerita ini tapi terdapat artikel lain yg mempertikaikannya.

Sekian.

Al-Alorstari said...

Zuhairirani,

Kalau saudara boleh dapatnya bolehlah kita sama-sama tengok pro dan kont. namun cacatan sejarah tidaklah seperti cacatan hadis yang ada rawinya dan sanadnya.

Namun apa pun artikel ini untuk kita sama-sama mengambil maklumat dalam mana telah terbukti di dalam banyak hal yang cacatan sejarah orang-orang Islam telah ditipu dan diputarbelitkan oleh pencatit sejarah yang ingin menjatuhkan Islam.

Wallahualam.

jytou said...

Sedap ceritanya, tapi ada tak apa-apa jurnal ke buku ke yang boleh dijadikan bukti? kerana memang kali pertama ini didengar, kalau apa-apa saja yang didengar boleh dianggap sebagai betul, jadi adakah rumour tentang Malaya dulu digelar Barr Chin (Tanah China) dalam sebuah peta Arab tu adalah benar juga?

Walau bagaimanapun, terdapat fakta yang tidak betul dalam artikel saudara ni, Dinasti Ch'ng tu tidak merobohkan Dinasti Yuan, Dinasti Yuan tu dirobohkan oleh Dinasti Ming, sebelum orang Manchu sampai untuk membinakan Dinasti Ch'ng, Dinasti terakhir di China yang bermaharaja.

Khoo Teng Khoon said...

i am the fifth generation student of Wong fei hong,

wong fei hung famous is because of hong kong movie, he is nothing beore the movie started, and the person who famous at hong kong is his student,lam sai weng (林世荣) aka "pork Lam"

Al-Alorstari said...

Mr.Khoo Teng Khoon,

Thank you for your infomations.

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin